Jumat, 16 Juli 2010

Konsep Subnetting

Subnetting dengan bahasa saya sendiri adalah membagi atau mengelompokkan jatah IP address yang tersedia dan menyesuaikannya dengan kondisi jaringan yang akan kita buat dengan cara merubah netmask-nya. Ini dimaksudkan agar jaringan yang akan dibuat lebih terorganisir dan secara teori dapat meningkatkan kinerja jaringan.
Langsung saja ke contoh kasus. Misalkan anda mempunyai komputer sebanyak 30 PC (..critanya mo bikin warnet) dan anda merencanakan meng-gunakan net id 192.168.1.0
maka nomor ip yang digunakan misalnya 192.168.1.1 s/d 192.168.1.30 , sedangkan kita ingat bahwa peluang dari network id 192.168.1.0 bukan hanya berakhir sampai di 192.168.1.30 tetapi sampai 192.168.1.254 se-hingga secara software ini akan memperlambat jalur data (pada jaringan kecil hal ini tidak terlu berpengaruh), untuk itu perlu dibatasi secara tepat sehingga kemubaziran dapat minimalkan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengubah netmask dengan langkah berikut: jumlah komputer = ( 2 n ) - 2 dimana n adalah jumlah bit yang tersisa.
penjelasan: | bit bagian terpakai -- | --bit bagian tersisa | maka 30 = ( 2 n ) - 2 jadi 2 n = 32 hasilnya n = 5 Jika N tidak menghasilkan angka bulat gunakan angka yang mendekati tetapi tidak boleh lebih kecil. Dengan demikian jumlah bit yang tersisa adalah 5 dan tentunya jumlah bit yang terpakai adalah 3 (karena jumlah bit hanya sampai 8). Jumlah bit yang terpakai tersebutlah yang menentukan berapa netmask yang digunakan untuk 30 komputer.
bit yang terpakai | bit yang tersisa | < 8 – 5> sehingga 0 1 1 1 | 0 0 0 0 |
128+64+32 = 224 (lihat tabel biner-desimal) maka netmask yang digunakan dalam kasus ini adalah: 255.255.255.224

contoh lain,
Andaikan saja anda memepunyai 200 PC yang akan digunakan untuk sebuah kantor besar dan anda diberi network id = 192.168.1.0, dengan sangat mudah dapat membuat ip dari 192.168.1.1 sampai 192.168.1.200, Tetapi hal ini akan membuat alur data anda menjadi sibuk dan tentunya akan memperlambat laju data. Untuk itu ada cara untuk memisahkan beberapa komputer tersebut yang kita sebut subnet, yang mana antara subnet tidak dapat berhubungan secara langsung, untuk dapat menghubungi antar subnet kita memerlukan perangkat keras tambahan berupa sebuah PC Router atau Router.
Menentukan berapa bagian yang akan anda pisahkan adalah langkah awal, misalnya anda akan memisahakan komputer yang banyak tersebut kedalam 15 bagian atau kita sebut saja 15 subnet.
Mentukan jumlah max komputer per subnet = ( 2 ) - 2  ,   (n  = bit yang tersisa) Menentukan jumlah max subnet    =  2          ,   (N = bit yang terpakai)
jadi jumlah subnetnya       15 = 2 N     maka N = 4   Dengan demikian kita dapat mengetahui n dari hasil ( 8 – N), yakni ada 4 bit yang tersisa.
host per subnet     = ( 2 ) - 2   = ( 2 ) - 2  = 14  
Sehingga kita hanya boleh menaruh setiap divisi sebanyak 14 PC (jika 15 divisi yang anda inginkan). Untuk mengetahui berapa subnet, range alamat IP dan roadcast dapat diketahui dari hasil bit yang terpakai (N)
Berikut adalah kombinasi 4 digit (nol dan satu) yang terpakai:
 1. 0000                2. 0001       3. 0010         4. 0100      5. 0101
 6. 0110               7. 0111      8. 1000         9. 1001    10. 1010
11. 1101              12. 1111    13. 1011       14. 1110    15. 0011
langkah selanjutnya adalah mencari berapa nomor subnet, broadcast dari setiap kombinasi tersebut. Kita akan mengambil contoh pada kombinasi yang ke-14:
1110 | 0 0 0 0 s/d 1110 | 1111 atau 224 s/d 239
Sesuai persolan di atas, maka ip yang digunakan pada kombinasi ke-14 ini adalah : 192.168.1.224 s/d 192.168.239, dimana yang menjadi
Subnet      : 192.168.1.224
broadcast : 192.168.1.239
range IP    : 192.168.1.225 s/d 192.168.238
subnet, broadcast dan range yang barusan kita selesaikan adalah untuk kombinasi yang ke-14, yang harus anda selesaikan adalah semua kombinasi tersebut untuk mendapatkan semua penomoran ip untuk 15 divisi yang anda inginkan.


Baca juga postingan dibawah ini:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar